Cara dan Strategi Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (WBC)

MENGENAL HAMA WERENG BATANG COKLAT (Nilaparvata Lugens Stal)
A. Siklus Hidup Wereng Batang Coklat 
Wereng Batang Coklat (WBC) merupakan hama utama dan penting pada pertanaman padi, siklus hidupnya berkisar 23-33 hari. Selama hidupnya, seekor induk wereng coklat betina di laboratorium dapat menghasilkan 1000 butir telur, namun karena adanya pengaruh lingkungan kemampuan bertelur di lapangan hanya mencapai 100-600 butir (Dinas Tanaman Pangan Dan Holtikultura Provinsi Jawa Barat). 

B. Perkembangbiakan Wereng Batang Coklat
WBC berkembang biak secara sexual, masa prapeneluran 3-4 hari untuk WBC bersayap kerdil (brakiptera) dan 3-8 hari untuk WBC bersayap panjang (makroptera).

 Dalam perkembangan hidupnya, WBC memiliki tiga stadium sebagai berikut :

a. Stadium Telur
Telur biasanya diletakkan dijaringan pangkal pelepah daun, satu kelompok telur terdiri dari 3-21 butir, satu ekor betina mampu meletakkan 100-500 butir telur. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat).

b. Stadium Nimfa 
Setelah 7-10 hari telur WBC menetas dan muncul Nimfa/Wereng Muda dengan masa hidup 12-15 hari, dalam periode tersebut mengalami lima kali masa instar (pergantian kulit) diawali dengan wereng muda berkulit keputihan dan berangsur menjadi coklat dengan masing-masing instar membutuhkan waktu 2-4 hari, dan kemudian menjadi dua jenis wereng dewasa (WBC bersayap kerdil dan WBC bersayap panjang).
WBC bersayap panjang merupakan indikator populasi pendatang dan emigrasi sedangkan WBC bersayap pendek populasi penetap.

c. Wereng Dewasa
Wereng Batang Coklat dewasa kembali bertelur pada usia 28-33 hari

C. Strategi Pengendalian Hawa Wereng Batang Coklat 

a. Pengedaian WBC

b. Tanam Padi Secara Serempak
wereng coklat imigran terbang bermigrasi tidak dapat dihalangi oleh sungai atau lautan. Bila suatu daerah panen atau puso maka wereng makropeta (bersayap panjang) akan terbang dan bermigrasi mencari tanaman muda dalam jumlah populasi tinggi, hinggap dan berkembang pada tanaman padi muda. Bila areal tempat migrasi sempit, maka populasi migrasi akan padat.

c. Penggunaan Varietas Tahan
Badan Litbang Pertanian telah menyediakan beberapa Varietas Unggul Baru (VUB) yaitu inpari 13, inpari 31 dan inpari 33.

d. Perangkap Lampu (Light Traps)
Wereng yang pertama datang adalah wereng jantan dan betina imigran, pemasangan lampu perangkap penting untuk mengetahui kehadiran wereng imigran dan dapat menangkap wereng dalam jumlah banyak.

e. Tuntaskan Pengendalian Pada Generasi ke-1
Catat waktu puncak populasi imigrasi awal sebagai generasi (G0) maka pada 25-30 hari kemudian akan menjadi imago wereng generasi 1, 25-30 hari kemudian menjadi generasi ke 2 dan 25-30 hari kemudian menjadi imago wereng coklat generasi 3.
Pengendalian wereng yang baik yaitu :
1. Pada saat imigran makroptera generasi nol (G0) dan saat generasi ke-1 (G1) yaitu nimfa –nimfa yang muncul dari wereng imigran.
2. Gunakan insektisida bahan aktif pymetrozine, dinotefuron, sebaiknya satu jenis pestisida tidak digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.
3. Pengendalian wereng harus selesai pada generasi ke-1 atau paling lambat generasi ke-2, pengendalian saat generasi ke-3 tidak akan berhasil.

f. Penggunaan Pestisida 
Pengaplikasian pestisida harus memperhatikan berbagai faktor, antara lain :

1. Keringkan area sawah sebelum aplikasi 
2. Aplikasi pestisida dilakukan pada saat air embun tidak ada antara pukul 08.00 -11.00, kemudian dilajutkan pada sore hari
3. Aplikasi harus sampai pada pangkal padi
4. Tepat dosis dan jenis yaitu bahan aktif pymetrozine, dinetofuran.

D. Kerusakan Serangan WBC terbagi dua :
a. Kerusakan secara langsung yaitu serangan wereng dengan menghisap lansung cairan pada sistem vascular (pembuluh tanaman) didalam sel sehingga tanaman menjadi kering dan akhirnya mati.
b. Kerusakan tidak langsung yaitu serangan wereng coklat sebagai vektor (penular) bagi penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa.
Serangan wereng batang coklat yang berat disebut dengan ledakan wereng batang coklat, tidak terjadi sepanjang tahun, tetapi terjadi hanya pada tahun-tahun tertentu, yaitu pada musim penghujan dan musim kemarau yang terjadi hujan (la nina).

E. Penyebab Ledakan Wereng
Salah satu faktor terjadinya ledakan hama wereng coklat adalah terbunuhnya musuh alaminya, hal ini terjadi dilatar belakangi penggunaan bahan aktif yang dilarang untuk tanaman padi seperti yang telah di atur oleh undang-undang
Ditulis oleh : 
Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanqaman 
Kecamatan Seram Utara Timur Kobi
Kabupaten Maluku Tengah

WAHYU WIBOWO
POPT 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Pengendalian Hama Tikus Sawah Desa Waitonipa

Strategi Pengendalian Hama Tikus Desa Leaway